Kamis, 25 September 2008

Good Story. . .

Ada sebuah cerita/ilustrasi yang pernah ku dengar&aQ pengen berbagi cerita singkat dengan siapa aja yang membaca bLog_Qu . . .

Qt mulai, , ,
Ada 3 tokoh: Ayah, Ibu, Budi (si Anak) +- kelas 2 SD yang hampir kehilangan bahkan tidak punya waktu untuk bermain dengan ayahnya yang super sibuk dengan pekerjaannya. Budi sangat senang main ular tangga.

Malam itu sekitar jam 19.00. . .
Budi : Bu,,, Ayah pulang jam berapa ya hari ini?
Ibu : Mungkin nanti malam setelah semua kerjaannya selesai, Nak.
Budi : Ooo (Bergegas ke ruang tamu&duduk di sofa dengan maksud menunggu sang ayah).

Kemudian jam 00.00, bArti 5 jam kemudian Ayah pulang...
TingTong, bel berbunyi. . .
Budi : Ayah baru pulang? (sambil membukakan pintu).
Ayah : Iya, Lho kamu kok belum tidur?
Budi : Iya, Yah. Budi sengaja nunggu, mau bertanya sama Ayah.
Ayah : Apa itu?
Budi : Gaji ayah kerja berapa, Yah?
Ayah : 400 ribu untuk 10 jam. Untuk apa kamu nanya seperti itu?
Budi : Oooo, bArti Budi bisa pinjam uang 5 ribu sama Ayah?
Ayah : Untuk apa dengan uang itu? Sudah kamu tidur aja...!
Budi : Ayah. . . Tolong pinjamkan aku uang 5 ribu itu karena aku sangat memerlukannya. . .
Aku janji segera mengembalikannya sama Ayah. . .
Ayah : Kalau untuk mainan besok Ayah belikan, tapi jangan sekarang! Besok Ayah belikan
mainan yang kamu mau!!! Sekarang cepat kamu tidur, sudah malam!
(Dengan nada emosi ayahnya menyuruh Budi masuk ke kamarnya untuk segera tidur)

Sambil menangis tersedu-sedu Budi meninggalkan ayahnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi...
Sang Ayah masuk ke kamarnya Budi karena menyesal telah membentak anaknya.
Ayah : Bud, ayo bangun... Maafkan Ayah, ya. Sudah membentakmu tadi malam, sebenarnya
untuk apa uang 5 ribu itu?
Budi : bArti aku boleh pinjam 5 ribu itu, Ayah?
Ayah : Iya, tapi untuk apa?

Dengan nada tersendat-sendat Budi menjawab. . .

Budi : Ayah, aku punya uang 15 ribu dari tabunganku selama ini, , ,
Tadi malam aku tanya berapa gaji Ayah...? Ayah bilang 400 ribu untuk 10 jam, kan?
Karena 400 ribu untuk 10 jam, bArti 1 jamnya 40 ribu.
Makanya setelah aku hitung, aku kekurangan 5 ribu, supaya genap jadi 20 ribu.
Aku pengen beli jam kerja Ayah walau hanya setengah jaaaaaam aja, Ayah. . .
Untuk menemaniku main ular tangga. Pasti uang 5 ribu itu aku bayar dari tabungan
jajanku tiap hari, Ayaaaaah. . .

Tanpa menunggu Budi menyelesaikan kata-katanya, Ayah langsung memeluk Budi dengan erat sambil menangis, dia berkata. . .

Ayah : Ya ampun, Naaak. . . Maafkan ayah selama ini lupa akan tanggung jawab yang ada
di rumah ini, Ayah menerlantarkan menemanimu, Ayah hanya tau kerja, kerja dan
kerja. Maafkan ayah ya, Nak. Ayah pasti akan punya waktu buat main ular tangga
denganmu dan banyak hal. . .

The End . . .

NB:
Semua hal kadang di luar kendali&di luar sadar kita.
Kita belum mampu melakukan apa yang mereka mau, tapi kita mampu komit dengannya dulu...
Kita tidak pernah tau bagaimana perasaanya, betapa hancurnya dia, betapa sedihnya dia. . .
Tapi satu hal, Budi tidak akan pernah berfikir untuk menggantikan posisi ayahnya dengan yang lain untuk menemani dia main ular tangga yang paling menyenangkan. Orang lain hanyalah kesenangan sesaat untuk menemaninya sementara.


  • Hal Paling sederhana yang kita fikirkan, belum tentu sederhana menurut orang . . .
  • Hal yang tidak terfikirkan oleh kita, apakah kita akan mulai berfikir ketika dia sudah
pergi dari hidup kita, dan ketika orang itu berkata, sudah terlambat. . .


Dimana Yang Dulu Pernah Ada. . . ?

Dimana tawaku yang dulu
Dimana semangatku yang dulu
Dimana sabarku yang dulu
Dimana PRINSIPku yang dulu

Semua hilang seolah tanpa jejak dalam hidupku
Aku menjadi sosok yang asing buat diriku sendiri

Tapi satu hal yang ku percaya. . .
Aku 'kan mendapatkan semua itu lagi

Aku 'kan tertawa lepas lagi
Aku 'kan berlari dengan semangat mengejar semua hal
Aku 'kan bersabar menunggu semua yang masuk akalku
Aku 'kan mempunyai prinsip yang dulu ada padaku


AKU PERCAYA ITU SEMUA!!!
BECAUSE I CAN DO IT!!!

Hancurku

Ketika ku mengingatmu, terasa sesak dada ini
Aku ingin menaruh hatiku untukmu sesaat
Biar kau tau apa yang aku rasakan tentangmu
Dan tak perlu lagi ku jelaskan seperti apa, pasti kau 'kan tau semua

Betapa semua ini. . .
Betapa semua itu. . .
Menghancurkan semua yang ada saat ini

Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan lagi
Tiba-tiba menghampirimu dan semua berakhir. . .?
Pura-pura tidak mau tau sementara batinku terus terluka. . .?
Atau . . .
Meneruskan sampai pada akhirnya 'kan ku temui hal sebenarnya. . .?

Senin, 22 September 2008

Kaulah Lelakiku . . .

Di sorot matamu kutemukan tenang bersamamu
Perlakuanmu membuatku menemukan hidupku kembali
Bagiku , , , semua sangat berarti
Kar'na kaulah lelaki terhebat dan luar biasa . . .

Aku ingin hidup denganmu di kehidupan selanjutnya
Sedikitpun tak pernah terfikir 'tuk menyakitimu
Hanya kaulah yang membuatku berarti
Kar'na kaulah lelaki itu . . .

Terimakasih kau ada disaat aku tak berdaya
Terimakasih kau ada di saat tangis dan tawaku
Kau sangat dan teramat berarti
Kar'na kaulah lelakiku . . .


For you, My BeLoved . . .

Penyelamat Jiwaku

Aku selalu mencoba menjadi
Orang yang kuat
Aku selalu mencoba menjadi
Orang yang tegar

Walau kutau betapa sulitnya semua
Walau kutau ku tak mampu

Tapi satu yang kuyakin, Tuhan ada untuk aku
Tuhan ada menopangku
Maka aku kembali berdiri tegak
Dan tersenyum mengucap syukur
Terima kasih Penyelamat Jiwaku . . .


For My Lord . . .

Kamis, 18 September 2008

Tuhan, aku dan dia

Tuhan , , ,
Jika telah ku katakan "Ya" padanya
Kumohon jangan ambil dia dariku

Tuhan, , ,
Jika Kau tak mengijinkan dia untukku
Mengapa dia Kau hadirkan saat itu

Tuhan, , ,
Aku mempercayaiMU lebih dari apapun
TERIMA KASIH karena Engkau menghadirkan dia untukku . . .

Jarak Itu

Kasih,
Ketika engkau pergi untuk itu . . .
Aku mencoba melakukan
Yang terbaik untukmu

Walau berat 'tuk jauh darimu
Namun satu hal yang ku yakini
Semua akan baik
Dan selalu baik-baik saja

Dengan jarak kita bisa mengerti
Dengan jarak kita bisa saling memahami
Apa artinya dirimu untukku
Apa artinya diriku untukmu

Aku percaya engkau satu yang kupercaya
Engkau tidak pernah menyia-nyiakan apapun
Terima kasih buat cintamu
Terima kasih buat sayangmu

Untukmu . . .

Ketika nafas terasa berat
Ketika kesepian menghampiri
Aku tak tau apa yang harus kuperbuat
Menunggumu . . .

Ketulusan . . .
Hanya ketulusan hati ini
Yang mampu dan akan
Selalu ku jaga untukmu

Penantianku yang ku yakini
Akan berakhir bahagia
Dan aku percaya
Kau 'kan datang untuk aku . . .